Selasa, 08 Agustus 2017

The Power of Colour (7/7)

Terakhir warna yang kami sampaikan adalah warna Hitam. Warna hitam melambangkan keras kepala, dapat diandalkan, konstan, kebijaksanaan serta mengesankan kekuatan. sampai saat ini warna hitam menjadi pilihan yang pasti bagi banyak desain produk karena mengimplikasikan produk yang serius dan dapat diandalkan.
Pemakaian warna hitam dalam desain kemasan bisa membantu menonjolkan warna warna lain dan membuat warna warna lain itu “terlihat”. Hitam dapat menciptakan persepsi mengenai kedalaman dan mengkomunikasikan kekuatan dan kejelasan.
Sedang warna putih mengkomunikasikan kemurnian, kesegaran, kesucian, kebersihan, keefektifan, kebenaran dan kotenporer. Putih dapat dikonotasikan dengan salju atau dingin. Warna putih merefleksikan cahaya dan membuat warna disekitarnya lebih menonjol. Dalam kemasan mewah, putih merupakan warna yang kaya dan klasik.
Latar belakang putih Lean Cuisine melambangkan makanan sebagai elemen utama kemasan, memberi kesan bersih dan rapi dalam ketegori makanan beku.
Sumber : www.kemasan.net

The Power of colour (part 6/7)

ungu
Menurut sejarah, pigmen warna ungu sulit diperoleh dari sumber-sumber alamiah. faktanya kata purple (ungu) berasal dari siput yaitu “purpua” yaitu dari kendir siput tersebut, sehingga kesannya adalah jarang ditemui, mahal dan hanya digunakan kalangan bangsawan.
Warna ungu sendiri melambangkan kepuasan, kebangsawanan, kemewahan, kemakmuran, kebijaksanaan, spiritual, sensasional, misteri, nafsu dan keberanian.
Dalam gradasi warna yang paling gelap, ungu membawa kesan damai sekaligus depresi dan kegelapan. Untuk produk makanan warna ungu mengindikasikan rasa buah anggur dan bluebery (bukan blackbary lhoo….). Dalam desain kemasan untuk produk yang berorientasi pada Anak Baru gede (ABG) warna ini melambangkan perasaan segar, eksotik, fun dan berani.

Sumber : www.kemasan.net

The Power of colour (part 5/7)

biru
The power of Blue, itu lah tema kita kali ini.
Warna biru melambangkan otoritas, harga diri, kesetiaan, kebenaran dan kebijaksanaan. Namun dapat juga melambangkan rasa Depresi, kesedihan dan kesepian.
Warna biru mengkomunikasikan keyakinan, kekuatan, konservatif, kepercayaan, stabilitas dan keamanan. jangkauan warna dalam kelompok biru dapat menghasilkan asosiasi berkisar dari produktivitas dan kekuatan hingga ketenangan dan relaksasi, sehingga dalam budaya Barat sangan disukai baik dari kalangan wanita maupun pria.
Biru bukanlah warna yang biasa ditemukan di alam dan karena itu mempunyai konotasi negatif dalam desain kemasan makanan (biru bisa mengindikasikan karakter berbeda), namun dewasa ini warna biru mulai sering digunakan. Warna biru dapat dipakai untuk menyeimbangkan atau menjadi pelengkap warna merah.

Sumber : www.kemasan.net

The Power of colour (part 4/7


hijau
 
Masih segar dalam ingatan bahwa warna kuning memiliki perspektif yang mengarah ke idealisme, energi dan sportif. Kali ini kita mencoba membahas warna, yang sepertinya tidak pernah tidak kita lihat tiap hari, terutama yang bermukim di wilayah pedesaan. Warna apakah itu ... Benar … Hijau. Warna hijau melambangkan warna yang membumi, damai, hidup, muda, segar dan organik.
Warna hijau acapkali mengkomunikasikan hal yang dapat didaur ulang, diperbarui, alami dan ramah lingkungan. Hijau juga bisa melambangkan aksi, keberuntungan, kemakmuran dan UANG (dasar mata ijo hee...), selain itu juga dianggap sebagai warna yang paling sejuk dimata, membuat rileks dan ada kedamaian didalamnya.
Dilain pihak, hijau juga dapat melambangkan kecemburuan (green with envy). Berkaitan dengan rasa, para pedesain kemasan menggambarkan warna hijau sebagai mint, asam, apel atau jeruk nipis. Dan sepertinya dalam tahun-tahun terakhir, warna hijau intens dan acap kali digunakan sebagai dampak kesadaran masyarakat untuk kembali ke alam “Back to Nature”. Dalam lingkungan pemasaran yang kompetitif, warna hijau semakin banyak dipakai dalam desain kemasan untuk menandakan produk yang bermanfaat untuk kesehatan.
Sumber : www.kemasan.net

The Power of colour (part 3/7)

Setelah berkutat dengan warna oranye, yang fruity jeruk, mangga dll, kali ini kita mencoba warna yang ngga jauh beda dengan warna oranye, kali ini kita mencoba mengangkat warna kuning sebagai pokok bahasan.
Kuning, sepertihalnya merah dan oranye masih melambangkan hangatnya mentari pagi, disamping melambangkan kehidupan, idealisme, energi dan sportif. Warnas kuning adalah warna yang positif dan digunakan untuk melambangkan harapan, namun juga bisa melambangkan bahaya atau kegagalan.
Warna kuning adalah warna spektrum yang paling menstimulasi mata, meskipun demikan jika digunakan dalam batas yang wajar (moderat), warna kuning menjadi warna yang paling menarik perhatian. Dalam kategori produk makanan, warna kuning kerapkali dipakai sebagai alat yang mengkomunikasikan rasa jeruk atau mertega, sinar mentari pagi, kesehatan dan kesan langsung dari peternakan
Dalam produk peralatan rumah tangga, warna kuning mengkomunikasikan keefektifan dan kehati-hatian. Dalam beberapa budaya, warna kuning memiliki konotasi yang negatif yang melambangkan sikap pengecut dan penipu.

Sumber : www.kemasan.net

Made in Indonesia

Mungkin juga anda penasaran dan ingin tahu.. ada apa dengan made in indonesia
atau juga mungkin anda sedang galau gak pengen tahu ada apa dengan made in indonesia
jujur saya juga ngga tau kenapa saya menulis tentang made in Indonesia, jika saja saya tidak memberi materi pada UKM di Pasuruan…..
Nah looh bingung kan….. Sama… saya juga bingung
Begini…..
Mengamati dinamika UMKM Indonesia (khususnya industri MAMIN), beberapa tahun belakangan ini menurut saya pribadi, UMKM telah mengalami kemajuan yang cukup signifikan.
tolok ukur dari kemajuan ini adalah semakin bagusnya kualitas produk yang dihasilkan oleh UMKM. dari hari ke hari produk yang dihasilkan kiat unik dan kian beragam dengan kualitas yang bagus. hal ini disebabkan karena ketatnya persaingan, sehingga UMKM berusaha menciptakan suatu produk yang sebaik mungkin sehingga memperoleh pelanggan setia. bukan hanya kulitas saja yang diperhatikan, keragaman dari produk juga digali UMKM dalam memperoleh perhatian dari Pelanggan.

Keragaman dan kualitas produk saja tidak menjamin produsen mendapatkan pelanggan/ konsumen. kini berbekal pengetahuan dari berbagai media, juga pelatihan peatihan, UMKM juga kian memperhatikan penampilan dari kemasan produk.
seperti yang kita ketahui bersama bahwa, dewasa ini kemasan bukan hanya sebagai alat pembungkus atau pelindung produk dari kerusakan, namun lebih dari itu, kemasan merupakan jendela pertama dan UTAMA dari suatu produk yang menjembatani antara peroduk dan konsumen.
Kembali lagi ke Made In indonesia
Beberapa saat yang lalu kita diundang oleh Salah satu Universitas Ternama Di Malang, untuk melakukan pembinaan kepada UMKM, khususnya mengenai tema Pengemasan “PACKAGING”. Umumnya UMKM di Jawa, khususnya di Jawa Timur memiliki kesadaran yang tinggi akan arti penting dari sebuah kemasan, hal ini disebabkan oleh seringnya mereka mendapatkan Informasi mengenai kemasan juga akses yang cukup tersedia dan mudah bagi UMKM Jawa Timur langsung ke Packaging House yang ada.
dari beberapa Sharing yang kita lakukan, sepertinya ada hal yang menarik dan hal ini acap kali kita abaikan. hal tersebut adalah penulisan kata-kata “MADE IN INDONESIA”. umumnya kita (UMKM Indonesia) hanya menulis produk kita sampai dengan kota/ kabupaten tempat yang kita tinggali. Misaalnya : Diproduksi oleh Nature and Chips – MALANG, atau diproduksi oleh Crunch – Jakarta.
sepintas tidak ada hal yang salah dengan penulisan tersebut diatas, namun perlu diingat bahwa seiring dengan perkembangan transportasi dan wisata, maka dewasa ini banyak turis-turis asing yang datang dan singgah ke kota kita masing-masing.
pada suatu saat, ada UMKM, salah satu Binaan AA Packaging House mendapatkan pertanyaan dari WISMAN (Wisatawan Manca Negara). pertanyaan tersebut adalah, mengapa dalam kemasan tidak dicantumkan “MADE IN INDONESIA” (dikemasan hanya disampaikan : Diproduksi Nature CHips – Malang).
Umumnya Wisatawan ingin berbangga hati dengan membawa oleh-oleh dengan Label/ Made In negara yang disinggahi, Mis : MADE IN INDONESIA (ketika turis tersebut datang ke negara kita). hal serupa juga kami alami, ketika kami belajar packaging ke Jepang, kami selalu mencari oleh oleh yang berlabelkan MADE IN JAPAN (untuk keluarga dirumah). ada kebanggaan tersendiri jika kita membawa sesuatu yang asli dari negara Asal-nya.

Sumber : www.kemasan.net

The Power of colour (part 2/7)

      Setelah sedikit mengulas warna merah si pemberani, tercepat, cinta, dll, warna yang kita ulas kali ini masih saudaranya merah, yaitu warna ORANGE atau Oranye. Warna oranye masih diasosiasikan sama dengan merah yang menggambarkan kehangatan matahari, energi, suka cita, antusiasme, petualangan, ceria dan kepuasan.
      Warna oranye dapat mengkomunikasikan merek yang kuat dan energik dalam satu kategori dan mengkomunikasikan rasa segar, pedas atau rasa buah-buahan seperti jeruk, mangga, dll
      Dalam perawatan tubuh, oranye berkaitan dengan produk perawatan kulit dan pelindung matahari (sun block).
pada kemasan Arm & Hammer baking soda warna oranye mengesankan merek yang kuat dan handal

Sementara pada kemasan ditergen Tide menarik perhatian dan mengexpresikan efektifitas produk







































Sumber : www.kemasan.net

The Power of colour (part 1/7)

                                                                  warna
 
Tahukah anda….
Bahwa warna adalah salah satu aspek yang paling berpengaruh dari desain kemasan. Konsumen lebih mengidentifikasi warna kemasan atau produk sebelum fitur visual lainnya, artinya sebelum kita tahu merek apa produk itu warna menjadikan ujung tombak dalam memasarkan suatu produk, seberapa menarikkah warna kemasan tersebut, seberapa unikkah kemasan tersebut, sehingga warna membedakan kepribadian, menarik perhatian dan memungkinkan untuk membuat perbedaan dengan kompetitor dalam lingkungan ritel yang semakin ramai dan ketat.
Dalam kajian kali ini akan kita bahas warna MERAH.

Merah, merupakan warna yang hangat dalam spektrum warna, sering diasosiasikan dengan matahari dan panas, menggambarkan cinta, api agresi, impulsif, medebarkan, berani, kuat, cepat, dan lain sebagainya. Namun disamping asosiasi positif juga bermakna keadaan darurat, bahaya, keinginan melakukan agresi dan takut.

                                                                    merahhh
Warna merah yang intens mengkomunikasikan kecanggihan, keotentikan, kesetiaan, kegigihan dan keseriusan.
Warna merah terang menggambarkan sikap profikatif dan hidup.
Secara fisik, warna merah dapat mempercepat detak jantung dan meningkatkan tekanan darah.
Dalam desain kemasan, warna merah umumnya digunakan sebagai penarik perhatian
kali ini kami akan mengambil contoh ritz Cracker sebagai bahan contoh
Warna merah yang dipakai Ritz bersifat merangsang, intens dan membuat produk mendominasi kategori secara visual.

Sumber : www.kemasan.net

Inovasi kemasan

   Umumnya, kita terlalu sibuk dengan rutinitas kegiatan sehari-hari kita, baik masalah produksi, pemasaran ataupun masalah masalah lainnya. terkadang kita juga sudah merasa bahwa kita sudah berusaha semaksimal mungkin, mis : produksi sudah ditingkatkan semaksimal mungkin, kualitas juga sudah diperbaiki sebaik mungkin dan juga urusan pemasaran juga sudah diupayakan sehebat mungkin, namun angka penjualan kok juga tidak naik-naik, kalaupun toh naik yaa tidak sebesar harapan kita…. lalu apa kita berkata pada diri kita sendiri … WHATS GOING ON ……(ada apa ini..)
   Ada suatu pepatah mengatakan bahwa semua didunia ini mengalami suatu perubahan kecuali 1… apakah itu.. ??? jawabannya adalah PERUBAHAN itu sendiri.
   Jadi sesuatu pasti berubah, umur kita dari hari kehari pasti bertambah, rekening tagihan kita makin hari makin bertambah, yang jelas pasti ada perubahan disekeliling baik kita sadari atau tidak kita sadari. Ada hal yang unik menurut saya mengenai perubahan ini. umumnya kita menginginkan perubahan yang ke-arah yang lebih baik. mis: pengen penghasilah berubah menjadi lebih besar, pengen kendaraan yang lebih baik, atau pengen berlibur ke luar negeri. Kita banyak pengennya, pengen ini pengen itu, namun disadari atau tidak,
kita tidak ingin diri kita dirubah, mis : jika kita pengen penghasilan/ tabungan menjadi besar, maka kita harus merubah diri kita sendiri, baik cara kita bekerja (metode), maupun
   Waktu kita bekerja (time). kita kepingin penghasilan bertambah, tapi kita sendiri ngga mau kerja lebih awal dan pulang lebih akhir. kita pengen tabungan bertambah, namun cara kerja kita begitu-begitu saja (tanpa adanya inovasi)
   Kita kembali ke laptop …….
   Berkaitan dengan kemasan, kemarin malam saya jalan-jalan ke supermarket…. biasalah menghabiskan uang receh ….
   Namun ketika saya melewati sebuah lorong makan, mata saya tertuju pada produk lama yang sudah melegenda namun dengan kemasan yang sangat menarik yaitu dodol picnic. berikut perbandingan kemasan yang pernah saya tahu sebelumnya dan kemasan terkini
dodol tempo dulu
   Ini adalah tampilan dodol yang selama ini saya kenali, namun beberapa saat yang lalu saya temukan dodol dengan merk yang sama namun telah memiliki tampilan yang menawan
dodol tempo kini
   Namun kini dodol dengan merk yang sama menjelma menjadi suatu produk yang menurut saya layak dijadikan oleh-oleh bukan hanya oleh oleh dalam negeri, bahkan telah layak dijadikan oleh oleh ketika kita berkunjung ke negara lain. selain ke-khas-an dari produk aseli Indonesia, kemasannya juga sudah kelas Internasional.
   Inilah yang saya maksud dengan adanya perubahan, bolehlah kita mengklaim bahwa produk kita paling enak, bolehlah kita juga mengklaim bahwa produk kita termurah. namun jika besarnya potensi produk yang “enak dan murah” tersebut tanpa dibungkus atau dikemas dengan kemasan yang menarik, rasanya sangat sulit untuk menjadi berkembang, meski mungkin ada 1 atau 2 produk yang bisa, namun prosentasinya sangat kecil sekali.
   Singkat cerita, bahwa jika kita menginginkan perubahan atas diri kita (berubah menjadi yang lebih baik) harus dimulai dengan merubah kebiasaan kita, baik masalah metode kerja maupun waktu kerja kita. dan satu hal yang paling penting dan segala-galanya adalah meminta kepada-Nya.
   Jadi mulai besok pagi anda harus bangun lebih awal, mandi lebiH pagi dan menggunakan pakaian yang lebih rapi, menghadap cermin sambil tersenyum seraya berkata “HARI INI ADALAH HARI MILIKKU… DAN AKU AKAN LEBIH BAIK DARI HARI KEMARIN” HEE…..
  Selamat beraktivitas
  and terus berinovasi…..

Sumber : www.kemasan.net

Camilan Rakyat Naik Pangkat

 
Melihat kacang pedas seperti gambar diatas adalah bukan hal yang kerap kali kita lihat di warung – warung atau di depot – depot sebagai camilan pembuka atau camilan penutup dari menu utama. rasanya yang “rame” yaitu (pedas campur manis) membuat kita selalu dan selalu ketagihan dalam mengkonsumsinya, terkadang kita juga membeli lebih untuk konsumsi dirumah.
Namun pernahkah terpikir bagi kita untuk membeli camilan tersebut dan memberikannya kepada rekan kita sebagai buah tangan ???, saya yakin banyak diantara kita enggan memberikan camilan tersebut dan kita berikan sebagai hadiah/ oleh – oleh.
 
Padahal rasanya enak-kan, tapi mengapa ??? …. jawabannya adalah kurang pantas diberikan sebagai hadiah/ oleh-oleh. hal ini disebabkan oleh minimnya tampilan dari produk tersebut. produk hanya dikemas sebagai alat pelindung minimal.
Disinilah letak kekurangan UKM Indonesia dalam melihat peluang. Jika saja produk tersebut dikemas dengan sedikit inovative, saya yakin bahwa turn over dari produksi akan menjadi tinggi, hal ini disebabkan banyak orang akan membeli, baik dikonsumsi sendiri maupung untuk oleh-oleh/ hadiah. banyak produk-produk yang menurut saya cukup layak dijadikan oleh-oleh namun tampilannya kurang cantik, produk-produk tersebut adalah sebagai berikut :
Masih berkaitan dengan study kemasan (khusus untuk UKM Indonesia) yang kami lakukan di Thailand beberapa waktu lalu, kami mencoba mencari-cari produk serupa di Indonesia yang diproduksi oleh UKM setempat, namun mendapat “hati” di pasar swalayan dan toko oleh oleh dibeberapa kota di thailand. berikut adalah kemasan dari kacang-wijen yang rasanya ngga se-enak di Indonesia, namun kerap kali menjadi buah tangan oleh turis-turis manca negara di thailand. kemasan tersebut sangat sederhana, dibalut dengan desain etnik setempat menjadikan ke-khas-an dari wajah thailand tercermin didalam kemasan produk.
Bahan bakunya dari kertas samson yang dicetak offset 1 warna, dan dihiasi dengan stiker. menurut perhitungan kami, kemasan tersebut tidaklah mahal dan sangat mengangkat nilai jual. coba perhatikan gambar dibawah :
Gambar diatas kami tampilkan kemasan dan produk kami sandingkan, dan gambar kemasan dibawah adalah ketika produk dimasukkan ke dalam kemasan, simple bukan namun thailand banget getu lhoo….
Bagi teman teman UKM Indonesia yang kesulitan dalam ide mengemas produknya, jangan ragu untuk menghubungi AA Packaging House, team AA Packaging House dengan senang hati akan membantu

Sumber : www.kemasan.net

The Power of Colour (7/7)

The Power of Colour (7/7) Terakhir warna yang kami sampaikan adalah warna Hitam. Warna hitam melambangkan keras kepala, dapat diand...